Kurikulum Merdeka Terbaru: Perubahan, Tantangan, dan Strategi Guru di Kelas

Kurikulum Merdeka Terbaru: Perubahan, Tantangan, dan Strategi Guru di Kelas
Kurikulum Merdeka hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan yang lebih fleksibel, relevan, dan berpusat pada peserta didik. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang lebih luas bagi guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan karakter siswa. Guru tidak lagi terikat secara kaku pada target materi, tetapi lebih fokus pada penguatan kompetensi dan karakter. Perubahan paling menonjol dalam Kurikulum Merdeka adalah penyederhanaan konten. Materi yang diajarkan lebih esensial sehingga siswa memiliki waktu yang cukup untuk memahami konsep secara mendalam. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) menjadi salah satu ciri utama yang mendorong siswa aktif, kreatif, dan mampu bekerja sama. Namun, penerapan Kurikulum Merdeka juga menghadirkan tantangan. Banyak guru merasa perlu waktu untuk beradaptasi, terutama dalam menyusun modul ajar dan asesmen yang sesuai. Tidak sedikit pula guru yang masih terbiasa dengan pola pembelajaran lama yang berorientasi pada buku teks. Strategi yang dapat dilakukan guru antara lain adalah memulai dari hal sederhana, seperti memodifikasi RPP lama menjadi modul ajar Kurikulum Merdeka. Guru juga dapat memanfaatkan komunitas belajar, baik di sekolah maupun secara daring, untuk berbagi praktik baik. Dengan pendekatan bertahap dan kolaboratif, Kurikulum Merdeka dapat diterapkan secara efektif dan bermakna.

Bagikan artikel ini

Share Tweet WhatsApp